Learning
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label kabardesa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabardesa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2015

Rokad Desa Karanganyar Berlangsung Meriah

Bumigaramnews -Rangkaian acara Rokad Desa Karanganyar tahun ini berlangsung sukses dan meriah. Kemeriahan itu dapat dilihat minggu malam (08/03/15) yang dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai desa di Sumenep.  Kesenian daerah yang sangat poluler di madura yakni ludruk Rukun Karya tampil di desa Karanganyar menghibur warga. 
Selain hiburan ludruk acara tadi malam juga turut disponsori oleh berbagai produk seperti Mie Sedap dan rokok Apache. Selain memasang umbul-umbul pihak sponsor juga mendirikan stand di lokasi acara. Sebelum hiburan ludruk dimulai acara tadi malam dibuka dengan hiburan tayub dengan menghadirkan sinden ternama di Sumenep.
Foto Kepala Desa H. Suharto Hadi,SH dan Sekdes Karanganyar ditampilkan di layar ludruk Rukun Karya sebagai tuan rumah. Selain itu juga foto ketua Panitia Moh.Subakri serta yang tak kalah pentingnya juga menampilkan foto Sungkono Sidik selaku wakil Bupati Sumenep yang ikut mendukung terselenggaranya acara Rokad Desa Karanganyar. Acara ini sendiri berlangsung setiap tahun dan selalu ramai pengunjung. (Aby)


Read More »
17.02 | 0 komentar

Sabtu, 04 Januari 2014

PMII Jatim: Kembalikan Tanah PT Garam pada Rakyat!

Ilustrasi
Ilustrasi
PT. Garam hanya menjadi sarang koruptor untuk menghisap hasil peroduksi garam di tanah nenek moyang rakyat.

SURABAYA, Jaringnews.com - Petani sampai saat ini dinilai belum diposisikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah, baik pusat maupun provinsi, sangat jelas mengabaikan keberadaan petani.

Penilaian itu disampaikan Fairouz Huda, ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, dalam merespon Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa, 24 September.

Pengabain itu, kata Fairouz, misalnya terlihat jelas dari kebijakan pemerintah yang memberikan jalan yang seluas-luasnya kepada importir untuk mengguyurkan buah-buahan, garam, dan hasil tani lainnya ke Indonesia, yang notabene negara agraris.

"Sudah saatnya kaum tani dan mahasiswa bergerak, bersatu, merebut kekuasaan, dan mengelolahnya untuk kepentingan para petani yang masih saja marjinal," kata Fairouz, di Surabaya, Selasa (24/9).

Para petani pun marah. Namun, menurut Faurouz, tidak cukup dengan teriakan di jalanan. Sebab, ternyata selama ini isi teriakan-teriakan para petani tak pernah didengaerkan pemerintah.

"Bahkan, dengan penuh keacuhannya, para pemimpin kita itu, ingin merubah kemolekan negeri ini dari wajah pertaniaannya menjadi wajah industrialisasi," tegas pria kelahiran Madura ini.

Ia menambahkan, sudah berapa petak tanah lahan pertanian punya petani dijarah melalui kekuasaannya untuk dijadikan bangunan gedung-gedung para kaum borjuis, yang kemudian menjadi tempat untuk menindas rakyat.

Maka, lanjut dia, saatnya kuasa rakyat diwujudkan dengan cara mengganti rezim yang pro neoliberal yang selama ini memperkosa hak-hak hidup kaum tani. "Usir para penjajah berdasi itu dari kursi rakyat yang selama ini mereka nikmati," tandasnya.

"Kembalikan tanah-tanah rakyat, yang selama ini dikelolah para pihak yang korup atas hasil pertaniannya," imbuhnya.

Ia mencontohkan tanah-tanah yang sekarang dikelola PT. Garam, di Sumenep. Tanah tersebut adalah tanah milik rakyat. Namun, sayangnya, PT. Garam hanya menjadi sarang koruptor untuk menghisap hasil peroduksi garam di tanah nenek moyang rakyat.

"KPK harus segera turun tangan, tangkap mereka dan kembalikan aset PT. Garam kepada rakyat," pungkasnya.

sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/49148/pmii-jatim-kembalikan-tanah-pt-garam-pada-rakyat-

Read More »
04.31 | 0 komentar

Jumat, 27 Desember 2013

Mahasiswa Sumenep Tuntut Transparansi CSR PT Garam



KBRN, Sumenep : Sejumlah Aktivis Mahasiswa Sumenep, Jawa Timur, Jum’at (13/12/2013) siang,  berunjuk rasa ke Kantor PT Garam, Jl. Raya Kalianget, Kecamatan Kalianget.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) itu mempertanyakan realisasi dana Corporate Social Responcibility (CSR) dan tanggung jawab lingkungan atas dampak kegiatan produksi garam terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman.
”Selama ini, program CSR termasuk Comunity Devlopment CD yang dicanangkan PT Garam belum terlaksana dengan baik, bahkan sangat mungkin sama sekali tidak dilaksanakan karena tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ungkap Korlap Aksi KMS, Ahmad Zainullah.
Munurut Zainullah, program CSR dan  Comunity Devlopment (CD) PT Garam tidak transparan, bahkan perusahaan negara itu ditengarai tidak melaksanakan program kemitraannya dengan masyarakat. Sejauh ini, Keberadaan PT Garam belum memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat, bahkan hanya memberikan dampak negatif salah satunya dengan membiarkan sampah plastik yang berserakan.
“Ini menjadi bukti bahwa PT Garam belum melakukan Bina Lingkungan, bahkan belum melakukan program kemitraannya terhadap masyarakat sekitar lokasi pegaraman,” kata Zainullah.
Semestinya, lanjut dia, PT Garam selaku perusahaan Negara memberi contoh terhadap perusahaan lainnya terutama dalam hal melaksanakan program kemitraan dengan masyarakat dan kepedulian lingkungan di sekitar pegaraman. Beberapa kali, pihaknya mendatangi PT garam baik audiensi maupun aksi menuntut transparansi CSR, CD dan program kemitraan dengan lingkungan sekitar, namun hanya mendapat jawaban normatif.
”Kami minta PT Garam memberikan data secara terbuka mengenai realisasi program program CSR dan CD mengingat data tersebut merupakan bagian dari informasi yang diperbolehkan untuk publik,” tuntutnya.
Sementara Humas PT Garam, Farid Zahid usai menemui perwakilan KMS membantah jika PT Garam tidak melaksanakan program CD, CSR, termasuk program kemitraan dan bina lingkungan. Program tersebut dipastikan sudah terealisasi, hanya saja, PT Garam tidak mungkin membeber data secara detik yang diminta mahasiswa itu kecuali inti atau pokok program tersebut.
”Laporan pelaksanaan CD, CSR dan lainnya sudah disampaikan pada pengawas dan pimpinan perusahaan, jadi tidak mungkin saya memberikan seperti yang diinginkan Mahasiswa,” kata Farid. (Faisal Warid/HF)

sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/82182/Mahasiswa-Sumenep-Tuntut-Transparansi-CSR-PT-#.Ur4xuvs-_Fw

Read More »
18.33 | 0 komentar

Jumat, 06 Desember 2013

Aksi Tolak Kedatangan SBY, Puluhan Aktifis PMII Sumenep Ditangkap


Sumenep,04/12 (mediamadura.com)- Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, ditangkap oleh pihak kepolisian kerena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rabu (04/12/13) sore.
Ketua Cabang PMII Sumenep Imam Syafii melalui sambungan teleponnya mengatakan, sekitar 20 kadernya saat ini berada di Mapolres setempat, karena melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan SBY.
“Saat ini 20 kader kami ditahan oleh pihak kepolisian, karena melakukan aksi unjuk rasa kedatangan SBY,” katanya.
Imam sapaan akrabnya juga mengatakan, aksi penolakan kedatangan SBY itu dilakukan karena orang nomor satu di Republik Indonesia itu dianggap gagal memimpin Indonesia.
“SBY telah gagal memimpin Indonesia, dan kami menolak kedatangannya di Sumenep,” paparnya.
Sehingga imam meminta kepada aparat kepolisian segera membebaskan aktifis PMII yang ditahan itu.
“Kami sangat kecewa atas perlakuan aparat kepolisian yang telah bersikap represif kepada kami, sebab sahabat-sahabat PMII Sumenep tidak anarkis, dan kami melakukan aksi damai,” katanya dengan kecewa.
Imam yang sebelumnya ditahan di Polres Sampang karena melakukan aksi yang sama, meminta agar Aktifis PMII yang ditahan itu tidak diperlakukan seperti teroris, sebab aktifis PMII adalah mahasiswa yang menyalurkan aspirasinya, dan hal itu dilindungi oleh undang-undang.(EA/MM)

sumber : http://mediamadura.com/aksi-tolak-kedatangan-sby-puluhan-aktifis-pmii-sumenep-ditangkap/

Read More »
17.24 | 0 komentar