Learning
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 28 Desember 2019

Dinilai Tak Layak Warga Sumenep Ramai-ramai Kembalikan Beras BPNT


Sumenep,-  Sejumlah warga KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) Program BPNT  desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep jum'at sore 27/12/2019 ramai - ramai mendatangi agen penyalur beras BPNT setempat. Hal ini dilakukan karena menilai beras BPNT tidak layak.  Sehari sebelumnya mereka menerima bantuan berupa satu paket beras 10 kg dan telur 7 butir dengan harga 110.000 melalui proses gesek kartu lewat E- Warung .

Pengembalian beras  itu dilakukan usai adanya pertemuan di Balai desa dengan petugas TKSK Kecamatan Kalianget. Dalam pertemuan itu TKSK Kecamatan Kalianget Joni mempersilakan warga untuk mengembalikan beras bantuan tersebut jika warga merasa beras tersebut kurang layak untuk dikonsumsi.

"Beras yang disalurkan suplayer melalui agen ini adalah beras bulog, ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Sosial, jadi inilah yang harus diterima oleh KPM, meskipun saya pribadi, juga kabid Dinsos Sumenep serta Sekda tidak setuju tapi kami harus mengikuti aturan ini." ungkap Joni di depan PJ Kepala desa, aparat Desa, BPD, KPM serta perwakilan masyarakat desa Pinggirpapas.

Salah satu perwakilan warga Abdur Rani meminta agar masalah ini diperhatikan serius oleh TKSK dan juga pemerintah. 

"Masyarakat jangan dibodohi, bahkan ada yang cerita pada kami mereka takut mengembalikan beras jelek ini karena khawatir tidak dapat bantuan lagi, jadi sebagai pendamping sampeyan harus menyampaikan masalah ini."  tegas Abdurrani.

Dalam kesempatan itu PJ Kepala desa Pinggirpapas Suhrawi juga ikut angkat bicara.
"Keluhan warga atas kuàlitas beras untuk diperhatian secara serius dan  menjadi bahan evàluasi bagi pelaksana/suplayer terutama pada hargà dan kualitas beras serta waktu penerimaan kepada KPM." ujar PJ kepala desa.  

Ibu-ibu yang hadir kompak berkomentar soal beras bulog ini yang menilai harganya lebih mahal dari harga beras di pasaran yang terbilang layak konsumsi.
"Beras yang biasa dikonsumsi kami itu harganya Rp.27.000 sudah bagus, kalau 32.000 itu malah dapat yang istimewa, lha ini beras BPNT jika kami hitung harganya Rp.32.500/gantang." ucap seorang ibu.

Salah seorang ibu penerima bantuan juga mengungkapkan bahwa beras yang diterimanya kekuningan dan berbau bahkan malah ada ulatnya.
"Sekarang begini saja, kalau bapak selaku TKSK dan bapak-bapak pejabat yang lain mau mengkonsumsi beras tak layak ini, kami juga mau, bagaimana?" 

Menanggapi masukan dan keluhan warga ini petugas TKSK Kalianget berjanji akan menyampaikan semua aspirasi warga khususnya penerima bantuan. (edy)

Read More »
07.41 | 0 komentar

Kamis, 19 September 2019

Lahan Garam Kering, PT. Garam diminta Peduli


bumigaramnews.- Musim kemarau yang tebilang cukup panjang pada tahun 2019 ini seharusnya membuat petani garam bahagia, namun tidak demikian halnya yang dirasakan para petani garam khususnya di wilayah desa Karanganyar Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Pasalnya selain harga garam yang terus terjun bebas hingga di level 350/kg kemarau kali ini juga diwarnai dengan kurangnya pasokan air laut di beberapa titik lahan petani desa Karanganyar.
  
Salah satu petani garam Bayu Segoro menuturkan disekitar lahan yang dia kelola sudah ada banyak petani yang berhenti bekerja lantaran kehabisan air. 

“Petani garam di daerah Karangnyar banyak yang menjerit karena kehabisan air, ini akibat dua mesin pompa air milik PT. Garam  sama-sama dioperasikan untuk menyedot air laut, sehingga petani garam yang juga menggunakan saluran yang sama tidak kebagian air laut tersebut.” Tutur Bayu Segoro, Jum'at ( 20/09/2019).

Selanjutnya  Bayu Segoro berharap agar petani garam lebih diperhatikan, terlebih lagi harga garam yang sangat murah saat ini sudah membuat petani garam terpukul. 

“Maka dari itu saya berharap kepada pihak PT. Garam untuk memperhatikan masalah ini, selain garam harganya sangat murah dan sekarang ditambah dengan kurangnya pasokan air, kami berharap pihak PT.Garam turun dan melihat langsung kondisi tambak yang sudah berhenti beroperasi serta mencarikan jalan keluarnya,” pungkasnya. ( Ed)

Read More »
21.15 | 0 komentar

Minggu, 08 Maret 2015

Rokad Desa Karanganyar Berlangsung Meriah

Bumigaramnews -Rangkaian acara Rokad Desa Karanganyar tahun ini berlangsung sukses dan meriah. Kemeriahan itu dapat dilihat minggu malam (08/03/15) yang dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai desa di Sumenep.  Kesenian daerah yang sangat poluler di madura yakni ludruk Rukun Karya tampil di desa Karanganyar menghibur warga. 
Selain hiburan ludruk acara tadi malam juga turut disponsori oleh berbagai produk seperti Mie Sedap dan rokok Apache. Selain memasang umbul-umbul pihak sponsor juga mendirikan stand di lokasi acara. Sebelum hiburan ludruk dimulai acara tadi malam dibuka dengan hiburan tayub dengan menghadirkan sinden ternama di Sumenep.
Foto Kepala Desa H. Suharto Hadi,SH dan Sekdes Karanganyar ditampilkan di layar ludruk Rukun Karya sebagai tuan rumah. Selain itu juga foto ketua Panitia Moh.Subakri serta yang tak kalah pentingnya juga menampilkan foto Sungkono Sidik selaku wakil Bupati Sumenep yang ikut mendukung terselenggaranya acara Rokad Desa Karanganyar. Acara ini sendiri berlangsung setiap tahun dan selalu ramai pengunjung. (Aby)


Read More »
17.02 | 0 komentar

Sabtu, 28 Februari 2015

Diminta Fans Berhijab, Citra Kirana Anggap Itu Doa

Citra Kirana, Pesinetron yang tampil dalam sinetron
‘Tukang Bubur Naik Haji’. (lintas.me)

Bumigaramnews, Jakarta : Pesinetron Citra Kirana begitu lekat dengan hijab karena tuntutan peran di sebuah sinetron. Meski belum berhijab di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mendukung dirinya untuk bisa tampil seperti saat sedang berada di layar kaca.

"Tanggapan dari fans banyak juga yang pengin aku berhijab. Tapi memang di kehidupan sehari-hari aku belum (berhijab)," ucap Citra Kirana, saat ditemui di Jakarta Convention Centre, Jumat (27/2/2015) malam.

Citra Kirana mengakui kalau dirinya merasa nyaman saat mengenakan hijab, meski hanya untuk keperluan akting. Ia pun sama sekali tak risih meski tak biasa mengenakan hijab.

"Itu dia salah satu pembelajaran di sinetron. Kalau dibilang nyaman berhijab, aku sih nikmatin saja. Nggak ngerasa risih yang gimana-gimana," tutur kekasih aktor Ali Syakieb ini.

Soal dukungan dan permintaan fans dan orang-orang terdekat yang ingin melihatnya berhijab, Citra Kirana merespons hal tersebut dengan antusiasme tinggi.

"Aku jadikan itu semua sebagai doa. Kita kan nggak pernah tahu kan ke depannya akan gimana. Tetapi harapan dan doa yang positif itu harus diamini," tutup Citra Kirana.(Gie/Mer/liputan6)

Read More »
06.46 | 0 komentar

Jumat, 20 Februari 2015

Arus Deras Hanyutkan Nelayan dan Pagannya

Bumigaramnews,Sumenep- Arus bawah laut yang cukup deras Jum'at (20/02/15) dini hari menghanyutkan beberapa pagan beserta nelayan yang berada di atasnya. Kejadian ini menimpa beberapa nelayan asal desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget. Moh.Sadik salah satu warga yang ikut hanyut menuturkan dia dan  seorang temannya yang berada di atas pagan sempat menangis saat arus deras disertai angin membawa pagannya sejauh puluhan kilometer sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan lain yang berusaha mencari keberadaan mereka beberapa jam setelah sempat terombang-ambing di lautan. Sedangkan nelayan lainnya Ahmad tidak mengetahui pagannya hanyut karena saat kejadian dirinya dan teman-temannya telah pulang pada tengah malam, sementara kejadian berlangsung saat dini hari. Dalam kejadian ini sedikitkan sepuluh pagan hanyut.
Pagan-pagan yang hanyut letaknya berada di laut diantara wilayah Desa Tanjung dan Giligenting. Sebelumnya beberapa hari terakhir para nelayandi wilayah desa Pinggirpapas dan Karanganyar merasa senang karena hasil tangkapan ikan mereka lumanyan banyak hingga bernilai jutaan rupiah. Mereka berharap kejadian ini tidak terulang lagi mengingat biaya untuk pembuatan satu pagan saja membutuhkan dana hingga sepuluh juta rupiah. (Aby)

Read More »
17.22 | 0 komentar

Minggu, 15 Februari 2015

PT.Garam Siap Penuhi Tuntutan Warga



Bumigaramnews, Sumenep- PT.Garam Persero melalui perwakilannya Ali Mahdi siap memenuhi berbagai permintaan dan tuntutan warga Pinggirpapas dan Karanganyar. Hal itu diungkapkan Ali saat menjawab pertanyaaan warga dari dua desa yang hadir dalam acara Tanam Pohon dan Sarasehan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Pemuda Karanganyar dan Pinggirpapas yang tergabung dalam Organisasi Lingkar Studi dan Research PAeLan. Dalam pertemuan Minggu, 15/02/15 kemarin yang dihadiri berbagai unsur dari dua desa dibuka sesi dialog antara Pihak PT.Garam, Anggota Dewan dan Juga unsur Pengurus Koperasi Jawa Timur.

Berbagai pertanyaan dan tanggapanpun muncul dari masyarakat yang sebagian besar menganggap bahwa PT.Garam kurang maksimal dalam memperhatikan dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat khususnya terkait masalah lingkungan.
Beberapa tuntutan dan permintaan warga yang siap dpenuhi oleh pihak PT.Garam diantaranya adalah pemberian lahan garapan untuk desa dan bantuan bak sampah.
Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Sumenep Akis Jazuli siap mengawal hasil kesepakatan warga dan saat ini komisinya yakni Komisi B tengah menggodok  berbagai hal terkait CSR. Politisi asal Nasdem ini juga berharap kedepan Pinggirpapas menjadi desa wisata.
Salamet Wahedi selaku Ketua PAeLAN sekaligus moderator menyampaikan agar PT.Garam benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.
"Kami berharap PT.Garam betul-betul memperhatikan warga Karanganyar dan Pinggirpapas jangan hanya ketika SBY datang semua dibuat bagus dan dicat baru", kata alumni UGM ini dengan nada serius.
Sedangkan Ketua Panitia Abede Karim menyampaikan bahwa acara ini terselenggara hampir sepenuhnya tanpa bantuan pihak manapun dan merupakan swadaya Pemuda Karanganyar dan Pinggirpapas. (Aby)

Read More »
17.46 | 0 komentar