Sumenep,- Sejumlah warga KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) Program BPNT desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep jum'at sore 27/12/2019 ramai - ramai mendatangi agen penyalur beras BPNT setempat. Hal ini dilakukan karena menilai beras BPNT tidak layak. Sehari sebelumnya mereka menerima bantuan berupa satu paket beras 10 kg dan telur 7 butir dengan harga 110.000 melalui proses gesek kartu lewat E- Warung .
Pengembalian beras itu dilakukan usai adanya pertemuan di Balai desa dengan petugas TKSK Kecamatan Kalianget. Dalam pertemuan itu TKSK Kecamatan Kalianget Joni mempersilakan warga untuk mengembalikan beras bantuan tersebut jika warga merasa beras tersebut kurang layak untuk dikonsumsi.
"Beras yang disalurkan suplayer melalui agen ini adalah beras bulog, ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Sosial, jadi inilah yang harus diterima oleh KPM, meskipun saya pribadi, juga kabid Dinsos Sumenep serta Sekda tidak setuju tapi kami harus mengikuti aturan ini." ungkap Joni di depan PJ Kepala desa, aparat Desa, BPD, KPM serta perwakilan masyarakat desa Pinggirpapas.
Salah satu perwakilan warga Abdur Rani meminta agar masalah ini diperhatikan serius oleh TKSK dan juga pemerintah.
"Masyarakat jangan dibodohi, bahkan ada yang cerita pada kami mereka takut mengembalikan beras jelek ini karena khawatir tidak dapat bantuan lagi, jadi sebagai pendamping sampeyan harus menyampaikan masalah ini." tegas Abdurrani.
Dalam kesempatan itu PJ Kepala desa Pinggirpapas Suhrawi juga ikut angkat bicara.
"Keluhan warga atas kuàlitas beras untuk diperhatian secara serius dan menjadi bahan evàluasi bagi pelaksana/suplayer terutama pada hargà dan kualitas beras serta waktu penerimaan kepada KPM." ujar PJ kepala desa.
Ibu-ibu yang hadir kompak berkomentar soal beras bulog ini yang menilai harganya lebih mahal dari harga beras di pasaran yang terbilang layak konsumsi.
"Beras yang biasa dikonsumsi kami itu harganya Rp.27.000 sudah bagus, kalau 32.000 itu malah dapat yang istimewa, lha ini beras BPNT jika kami hitung harganya Rp.32.500/gantang." ucap seorang ibu.
Salah seorang ibu penerima bantuan juga mengungkapkan bahwa beras yang diterimanya kekuningan dan berbau bahkan malah ada ulatnya.
"Sekarang begini saja, kalau bapak selaku TKSK dan bapak-bapak pejabat yang lain mau mengkonsumsi beras tak layak ini, kami juga mau, bagaimana?"
Menanggapi masukan dan keluhan warga ini petugas TKSK Kalianget berjanji akan menyampaikan semua aspirasi warga khususnya penerima bantuan. (edy)


Posting Komentar